Mengeluh adalah hal yang lumrah dalam
kehidupan. Mengeluh seringkali karena tak mudah bersyukur. Juga karena
kurangnya inisiatif menyelesaikan sebuah permasalahan. Tapi bagaimana kalau
anda dicurhati?
Tak ada sesuatu di dunia ini yang pas bagi
seorang manusia. Kalau saat cuaca panas, manusia mengeluh. Kalau saat hujan,
juga mengeluh. Kalau sehat, mengeluh. Kalau sakit apalagi. Tidak punya pacar
mengeluh, sudah punya pacar masih juga mengeluh. Dan lainnya.
Mengeluh adalah hal yang lumrah dalam
kehidupan sehari-hari. Mengeluh seringkali karena tak mudah bersyukur. Juga
karena kurangnya inisiatif untuk menyelesaikan sebuah permasalahan.
Hal itu semua karena energi positif tak keluar atau malah
seakan ditahan. Orang seperti ini menyumbat energi positif mereka dengan energi
negatif, seperti kemalasan, kebosanan atau keengganan.
Sebagai makhluk sosial, mungkin anda
pernah dicurhati oleh seseorang dengan setumpuk keluhannya. Mungkin anda dengar
dari pasangan, anak, saudara atau orang tua kita. Mungkin juga rekan kerja,
bawahan, atasan dan tetangga. Bahkan, boleh jadi kita akan mendengar keluhan
dari orang-orang baru kita kenal. Seperti, teman dalam kendaraan, di pasar, di
ruang tunggu atau dimana pun.
Tentu sebagai sahabat yang baik, anda tak
bisa menolak bila mereka curhat. Hadapi saja mereka. Ada 10 tips yang berguna
saat anda menghadapi keluhan mereka.
1. Kesempatan menjadi sahabat sejati.
Tak ada seorang manusia yang lepas dari
masalah. Yang berbeda adalah bagaimana mereka menghadapinya. Ada yang kreatif,
ada yang bingung bagaimana mengatasinya. Saat-saat seperti itu, saat
membutuhkan seorang teman.
Bila seorang mau curhat ke anda, mereka akan
menganggap anda sebagai sahabat sejati. Kelak mereka akan balik membantu anda.
Jadi kini saatnya anda menjadi sahabat sejati.
2. Menambah pengalaman.
Setiap manusia mengalami permasalahan
sendiri-sendiri. Anda bisa saja tak mengalami sebuah masalah kesehatan, tapi
orang lain mungkin tidak. Sebaliknya mungkin anda mengalami mesalah keuangan,
tapi orang lain tidak.
Saat curhat, kesempatan anda untuk saling
berbagi pengalaman. Dengan pengalaman yang mereka miliki, bisa memperkaya
pengalaman anda, tanpa harus mengalami masalah seperti mereka.
3. Anda sepatutnya bangga, karena anda
dianggap bisa menyelesaikan.
Memang menyebalkan, mendengarkan keluhan.
Karena kita sendiri mungkin memiliki keluhan yang tak kalah banyaknya. Namun,
jangan keburu mengacuhkan keluhan orang lain.
Coba tanyakan padanya, mengapa seseorang
mengeluh pada anda? Bukankah itu pertanda bahwa ia mempercayai anda. Tidakkah
sebaiknya kita mencoba bersikap lebih bijak dengan memperhatikan keluhan
tersebut?
4. Perhatikan dan dengarkan keluhan.
Pasti ada sesuatu yang menarik di balik
puluhan keluhan yang mengalir dari ucapan seseorang. Dari ribuan keluhan,
mungkin ada satu dua yang memang benar adanya. Memang lebih banyak keluhan yang
bisa dilupakan begitu saja. Namun, dengan memperhatikan keluhan orang lain anda
mengasah kepekaan terhadap perasaan orang lain.
5. Belajar menghargai perasaan orang lain.
Hadapi keluhan orang lain dengan mencoba
menghargai perasaan mereka. Tidak mudah memang memahami perasaan orang lain,
namun jika anda cukup peka anda bisa menumbuhkan empati anda terhadap mereka.
6. Jangan bersandiwara.
Tapi jangan berpura-pura memperhatikan.
Jika anda yakin bahwa keluhan mereka patut diperhatikan, berikan perhatian yang
tulus. Dengarkan dengan seksama, balas tatapan mata mereka untuk menunjukkan
bahwa anda sungguh-sungguh memperhatikan. Jangan bersandiwara. Berikan sedikit
sentuhan untuk menyatakan ketulusan anda.
7. Cukup mendengarkan saja.
Adakalanya seseorang mengeluh, tak
bermaksud mencari nasehat. Mereka hanya ingin didengarkan. Persiapkan diri anda
untuk tidak memberikan nasehat. Anda takkan sungguh-sungguh tahu apa yang
dialami dan bagaimana mengatasinya. Cukup tunjukkan bahwa anda mengerti akan
keluhan mereka.
8. Beri dorongan dan inisiatif.
Namun jika anda tahu apa yang sesungguhnya
sedang dihadapi oleh sang pengeluh, dan anda tahu bagaimana sebaiknya
menghadapi, ada baiknya anda memberikan saran. Semua itu harus bertujuan untuk
menyingkirkan energi negatif yang menyumbat energi positifnya. Namun,
sesungguhnya jarang kita benar-benar memahami apa yang terjadi. Hanya berikan
saran dan nasehat jika diminta.
9. Menolak? Kenapa tidak…
Anda tahu anda harus memperhatikan keluhan
mereka, namun anda tak punya cukup waktu. Usahakan anda tetap menerima keluhan
mereka, namun dengan sungguh-sungguh katakan bahwa anda tak punya waktu.
Janjikan padanya waktu senggang dimana anda bisa menerima keluhan mereka.
10. Anda tak perlu ganti mengeluh…
Jika si pengeluh ternyata hanya
menghabiskan waktu anda, maka jangan ragu untuk mengatakan bahwa anda tak punya
waktu untuk keluhan itu. Tunjukkan kepada siapa ia seharusnya mengadukan
keluhannya. Ini perlu anda keluhkan, agar anda tak perlu mengeluh setelah itu.
